Kata Bijak Tentang Arti Kopi Sebagai Motivasi Kehidupan

Katalengkap.com - Kopi bagi sebagian orang merupakan candu, namun dibalik itu  semua terdapat sebuah filosofi kehidupan tentang kata bijak kopi yang ada di dalamnya juga terdapat berbagai pesan dan juga motivasi semangat dari secangkir kopi yang kita minum. Dari situ kita dapat mengambil sebuah pelajaran hidup yang berharga serta tidak selalu manis, akan selalu ada suatu kepahitan namun jika kita mampu melewatinya maka akan tercipta sebuah kenikmatan yang tidak terhingga rasanya.

Secangkir kopi juga mengandung beribu filosofi tergantung bagaimana cara kita memaknainya dalam kehidupan ini. Aroma yang khas dan juga dapat menenangkan dari secangkir kopi dapat membuat kita kembali rileks dan melupakan sejenak semua permasalah hidup yang  telah membelenggu. Hampir setiap pagi saya awali hari dengan menyeduh secangkir kopi dan suasana pagi yang menenangkan. Hal tersebut bisa menjadi sebuah mood booster agar selama seharian nanti dalam menjalani aktivitas menjadi termotivasi

Bagi para penikmat kopi sejati pastinya akan merasa kurang lengkap jika dalam sehari saja  kita tidak menikmati secangkir kopi tersebut. Ada juga sesuatu yang kurang jika tidak mengawali hari-hari dan melewatinya dengan segelas kopi. Nah bagi kalian yang gemar dan hobi kopi, beikut ini ada beberapa kata kata bijak tentang sebuah arti kopi yang bisa dijadikan sebagai penyemangat dalam menjalani sebuah roda kehidupan yang tidak akan selalu berjalan dengan manis namun juga ada rasa pahitnya seperti secangkir kopi yang pahitpun namun tetap saja nikmat jika kita tahu cara menikmatinya tersebut
Kata Bijak Tentang Arti Kopi Sebagai Motivasi Kehidupan Yang tidak Selalu Manis

Kata motivasi secangkir kopi

Kopi pertama pagi ini. Hangat, pekat, tenang. Seperti dua orang kesepian yang saling meramaikan.
Jadilah seperti kopi pagi ini. Walau sendiri, namun memberi ketenangan dan inspirasi tanpa henti.
Kopi pertama pagi ini. Hitam. Seperti siluet wajahmu yg tertidur di bahuku, pada sebuah perjalanan.
Aku ingin menjadi biji kopi, yang hancur lalu di seduh air mata untuk kau nikmati bersama pasanganmu
Mengaduk kopi, mengadu sepi. Berkisah lagi tentang patah hati, semoga pelukanmu kelak akan melengkapi
Kopi pertama pagi ini. Manis, harum, hangat. Seperti tidak sengaja melamunkanmu di tengah perjalanan.
Pada sendok yang beradu di dinding gelas, tersaji kopi untuk hadirmu yang kian menjauh.. ‪#‎LanjutNgopi
Kopi pertama pagi ini. Hitam, pahit, dan penuh ampas. Seperti penolakan yang tidak tega untuk disampaikan.
Cuma Segelas Kopi yg bercerita kepadaku bahwa yg hitam tak slalu kotor dan yg pahit tak slalu menyedihkan
Kopi pertama pagi ini. Pahit-manis. Seperti kata sayang terakhir dari dua orang yang saling berpisah jalan.
Kopi pertama pagi ini. Pahit. Seperti dua orang yang terlambat dipertemukan, lalu sama-sama saling melewatkan.
Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya sama seperti kopi banyak yang menyukainya walau pahit
Kopi pertama pagi ini. Perlahan terasa manis. Seperti rindu yang muncul tanpa dipaksa, semakin hari semakin pekat.
inilah pagi.. dimana langit tertutup awan putih pekat seperti kopi yang di aduk kemudian mendingin dengan sendirinya
Ketahuilah orang yang tidak suka dengan kopi perlu di pertanyakan kewarga negaraannya atau bisa juga kemanusiaan nya
Kopi pertama pagi ini. Pahit, manis, hangat. Seperti dua orang yg bertemu di saat yang salah, lalu saling melewatkan.
Secangkir kopi tidak pernah mengajarkan kejahatan, dia hanya memberikan rasa pahit dan manis, serta sedikit efek samping
Kopi pertama hari ini. Gelap, hangat, tidak ingin habis. Seperti hening yang kita bagi, tiap perjalanan pulang ke rumahmu.
Rasa terlintas ketika halusinasi tak pernah lepas. Nikmat yang tiada terbatas saat bibir menyentuh segelas kopi yang manis
Menyeduh kopi dengan air mata yang cukup panas, menghasilkan kepulan masa lalu dari manisnya kenangan, pahitnya ditinggalkan
Kopi pertama pagi ini. Manis, seperti pertemuan setelah penantian panjang. Pahit, seperti perpisahan yang terlalu terburu-buru.
Kopi pertama pagi ini. Sehitam pupil mata dua orang yg tidak sengaja beradu. Semanis senyum yg menyusul sesudahnya, tanpa aba-aba.
Kopi pertama di bulan Maret. Pahit, seperti ketakutan-ketakutan yg menyertai hubungan yg baru. Manis, seperti melaluinya tanpa ragu.
Dan kopi tak pernah memilih siapa yang layak menikmatinya. karna dihadapan kopi kita semua sama.
Hanya secangkir kopi yang menyajikan rasa manis, bukan janji janji dari bibir yang terlihat manis
Kopi pertama hari ini. Pahit, gelap, dan harum. Seperti rasa penasaran yang terlalu cepat selesai.
Jangan terburu-buru dalam menjalani sesuatu nikmati saja apa yang ada, seperti halnya meminum kopi.
terdengar lirih bisikanmu di antara bayangmu seperti segelas kopi hangat yang sedang ku aduk pagi ini
Kopi pertama hari ini. Pahit, gelap, dan harum. Seperti dakocan yg baru keluar dari segentong parfum.
Percaya atau tidak itu terserah anda!! Bagi kami secangkir kopi dapat membuat hidup lebih menyenangkan
Kopi pertama hari ini. Pahit, gelap, dan terpendam. Seperti sepasang kekasih yang sudah lama saling bosan.
Kopi pertama pagi ini. Semakin pahit diteguk. Seperti kangen yg semakin tidak tuntas, semakin menyebalkan.
Cuma Segelas Kopi yang dari cara penakarannya secara tidak langsung merefleksikan kehidupan si peminumnya.
Denganmu, patah hati adalah sarapan ku setiap pagi sambil ditemani kopi yg kuseduh dngan air mata ku sendiri
Kopi pertama pagi ini. Terlalu manis. Seperti dua orang yg sedang melakukan pendekatan, dengan penuh kepalsuan.
Kopi pertama hari ini. Manis, membekas, bikin deg-degan. Seperti dua orang yang saling menemukan, satu sama lain.
Kopi pertama pagi ini. Harum, hitam. Seperti aromamu, di pertemuan kita yang tak sengaja, pada malam yang tak biasa.
Di secangkir kopi ku malam ini,ada namamu,dan kemudian aku tersenyum,bukan cuma di kopi,dihatiku pun kamu selalu ada
Kopi pertama pagi ini. Dingin. Seperti ditinggalkan orang yang tepat, karena sibuk mencoba yg lain di saat bersamaan.
Lupakan aku, katamu. Bagaimana bisa? Sedang pahit kopimu yang kautinggalkan di kelu bibirku: merasuk ke dasar jiwaku.
Kopi pertama pagi ini. Manis, hangat, pekat. Seperti dua orang yang garis hidupnya bersinggungan, oleh sebuah kebetulan.
Kelak kita akan menikmati secangkir kopi, di kedai yang sama, di meja yang sama. namun dengan rasa dan aroma yang berbeda.
Sementara menunggu kopi tersaji, rinduku resah sendiri, mengaisi embun pagi, berharap menemukan jejak dirimu di sela bebatu.
Kopiku tak pernah butuh gula. Ia hanya butuh manisnya janji masa lalumu. Sekarang? Hanya ampas yang tersisa. Pahit dan sakit.
Ketika kopi menjadi sahabat sejati, pagi bukan lagi sebuah misteri. Seperti kamu yang slalu ada di hati, slalu mengisi hari-hari.
Malam makin menampakan gelapnya. Bintang selalu menemani nya. Imajinasi liarku makin menjadi, karena secangkir kopi telah tersaji.

Semoga dengan kata kata bijak dari makna sebiah kopi dalam kehidupan di atas dapat membuat kita semua kembali untuk bersemangat dan termotivasi lagi dalam menjalani lika liku kehidupan yang tidak selalu berjalan dengan manis

Demikian Kata Bijak Tentang Arti Kopi Sebagai Motivasi Kehidupan Yang tidak Selalu Manis

0 comments

Post a Comment